Breaking News
Loading...
Friday, April 22, 2011

Info Post

Diakui atau tidak ciuman memberikan rangsangan awal pada pasangan untuk mengawali hubungan intim bahkan ciuman telah menjadi bagian dari foreplay. Masalahnya bagaimana melakukan ciuman yang baik sehingga pasangan dapat menikmati sensasi yang ditimbulkan dari ciuman tersebut? Sekedar diketahui ciuman yang tepat akan membuat pasangan menginginkan anda seperti yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Semua itu akan sangat tergantung bagaimana kreatifitas anda berimprovisasi.

Setiap pasangan tentu memiliki selera ciuman yang berbeda-beda namun ada sesuatu yang hampir setiap wanita umumnya inginkan adalah mereka senang merasa seolah-olah siapapun yang menciumnya merasakan gairah yang tinggi. Untuk menjamin anda bisa mejadi seorang better kisser untuk pasangan, ikuti tipsnya berikut ini:

Mempersiapkan setting
Walaupun anda tidak selalu dapat menemukan lokasi yang tepat, manfaatkan kesempatan yang muncul begitu saja. Bila hal ini terjadi pada anda, tidak perlu khawatir. Lakukan saja karena hal itu bukan saja sebagai sebuah spontanitas yang belum dibayangkan pasangan anda sebelumnya tapi juga setting yang menjadi latar akan memberikan pasangan anda sinyal-sinyal romantisme terlebih bila anda mampu memvariasikan dengan kreatif.

Manfaatkan tangan untuk improvisasi
Sekalipun bibir yang melalukan sebagian besar aksi namun bukan berarti bagian tubuh lain seperti tangan tidak bisa diaktifkan Anda dapat mengelus dengan lembut bagian punggung pasangan, memegang pinggang, memeluk pipi pasangan dengan dua tangan, menahan dagu dengan satu tangan atau mengelus rambut pasangan adalah diantara beberapa hal yang bisa dilakukan selagi mencium pasangan.

Munculkan energi
Walaupun sulit memunculkan energi saat mencium, namun bukan tidak mungkin. Anda dapat mencium pasangan dalam-dalam dan penuh kelembutan dan membuatnya seperti satu-satu wanita di dunia. Jika memungkinkan anda dapat menghentikan ciuman sesaat dan memperhatikan pasangan sebelum melanjutkan kembali atau ketika anda siap mencium pasangan, biarkan bibir anda menghampiri tanpa menyentuhnya beberapa saat sebelum anda menempelkan.

Mencium daerah lain
Wanita dikenal memiliki banyak bagian tubuh yang sensitif. Selain bibir, cobalah bagian tubuh lain sebagai objek ciuman anda seperti belakang telinga, alis mata, pipi atau bahkan hanya satu bibir. Selain itu anda juga dapat mengeksplorasi ciuman anda pada leher, bahu, tulang selangka, tangan dan pergelangan tangan.

Teknik ciuman
Nyamannya sebuah ciuman tidak terlepas dari bagaimana anda melalukan aksi tersebut. Agar pasangan merasakan benar-benar ciuman anda, jangan fokuskan ciuman anda pada bibir saja, cobalah eksplorasi ke dalam bagian mulutnya, jangan mencoba-coba menggigit bibir atau lidah, jangan menghisap lidah dan bibir, biarkan lidah tetap lembut dan biarkan lidah pasangan anda membimbing anda dan yakinlah bibir dan mulut anda lembut dan basah.

Berciuman juga bisa redakan stress
Berciuman adalah salah satu cara untuk menjaga hubungan dengan pasangan tetap hangat. Satu ciuman mesra bisa membuat hati bergetar dan rasa cinta makin tumbuh. Setelah berciuman, bisa timbul rasa bahagia.

Tak mengherankan, secara ilmiah, ciuman memang mempengaruhi hormon tubuh. Menurut penelitian yang dilakukan profesor neuroscience dan Dekan Lafayette College , Pennsylvania , AS, Wendy Hill, ciuman bisa melepaskan zat kimia yang bisa menetralkan hormon stres pada kedua orang yang sedang melalukannya.

Dalam sebuah diskusi bertajuk The Science of Kissing, Hill menjelaskan, senyawa kimia dalam air ludah juga bisa menjadi cara untuk menilai kadar cinta pada pasangan.

Pada penelitian yang dilakukan terhadap mahasiswanya, Hill meneliti pasangan yang berciuman selama 15 sambil mendengarkan musik. Setelah kadar darahnya dibandingkan sebelum dan sesudah berciuman, terjadi perubahan hormon tubuh yang signifikan.

Baik pada pria maupun wanita, terjadi perubahan kadar oksitosin maupun kortisol. Oksitosin adalah hormon yang mempengaruhi perasaan dan ikatan pasangan. Sedangkan kortisol adalah hormon stres. Setelah berciuman, level kortisol menurun.

Pada pria, kadar oksitosin meningkat, mengindikasi menguatkan ikatan perasaan pada pasangan. Tapi pada wanita, kadar oksitosin itu justru menurun. “Hal itu merupakan kejutan,” kata Hill.

Ia mengatakan, ilmu tentang ciuman atau philematology masih akan diupayakan lebih lanjut.

Pembicara lain dalam diskusi itu, Helen Fisher dari Rutgers University juga mengungkapkan hasil studinya tentang ciuman.

"Saat Anda berciuman, bagian tertentu di otak menjadi lebih aktif. Jika Anda mencium orang yang tepat," kata Fisher.

0 komentar: