Di dalam perbincangan mengenai hubungan seksual, dikenal istilah threesome dan orgy. Saya yakin, tak ada pria yang tak mengenal kedua istilah ini. Namun, apakah Anda sering bertanya-tanya, apa yang ada di pikiran para pria saat mendengar istilah sex party? Menyenangkan atau justru menjijikkan? Bagaimana jika dibandingkan dengan hubungan seks berdua yang mengedepankan keintiman, kesakralan dan romantisme? Tanya mereka!
Ssst.... Ini pikiran kotor pria!
Tahukah Anda bahwa menurut mitos pria memikirkan seks setiap tujuh detik? Jika itu benar, mari kita minta mereka untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda. Ketika mendengar kata "pesta seks", sebagian besar pria yang Cosmo temui mengatakan bahwa itu adalah kegiatan yang fun karena memancing fantasi dan rasa penasaran mereka terhadap sensasi berhubungan seks dengan cara yang tak biasa. Simak penuturan Agung, 27 tahun yang berujar, "Orgy merupakan salah satu fantasi terbesar saya. Menurut saya, hal ini boleh saja dilakukan sesekali, dan hanya untuk lucu-lucuan. Tetapi jika terlalu sering, berarti Anda tidak waras!"
Sebagian dari mereka pun mengaku pernah berfantasi melakukan pesta seks, dengan banyak wanita di sekeliling mereka. Sekedar info, pria tak rela, lho, jika ada pria lain ikut berpesta seks bersama mereka. Pria hanya ingin dikelilingi oleh banyak wanita, dan ia menjadi satu-satunya raja di dalam permainan itu. "Saya pernah berfantasi melakukannya, dengan banyak wanita di sekeliling saya tentunya. Berbagi dengan pria lain? No way!" ujar Hendra 25 tahun sambil tertawa.
Sex party? Never!
"Bagi saya, hubungan seks tak hanya mengenal fisik saja, namun juga harus dilakukan dengan perasaan yang mendalam. Untuk dapat mencapai klimaks, saya butuh suasana tenang, berdua dengan orang yang saya kasihi," ujar Sinyo, 28 tahun kepada Saya.
Ya, bagi sebagian pria lainnya, pesta seks bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Mereka berpendapat bahwa threesome ataupun orgy dilakukan oleh orang-orang yang hanya mementingkan kesenangan, tanpa melihat makna dari hubungan seks yang sebenarnya. Hal ini ditambahkan oleh Muji, 24 tahun, "bercinta harus dilakukan dengan cinta."
Selain karena hal tersebut, ada alasan lain mengapa pria enggan melakukan 'pesta" yang demikian. Bukan karena jijik, tetapi karena ketakutan terhadap penyakit kelamin dan virus berbahaya lainnya. Di samping itu, ada juga pria yang malu apabila harus melakukannya secara beramai-ramai dan takut privasinya takkan terjaga. "Saya tak ingin telanjang bulat di hadapan banyak orang, saya pun tak mau orang-orang mengetahui ukuran Mr, Happy saya, ataupun bagaimana ekspresi saya saat berada di puncak," tandas Kusnur, 24 tahun.
0 komentar:
Post a Comment